Tuesday, October 14, 2014

Kata Tentang Cinta


Katamu indah
menyulam aksara cinta
indah tersusun
antara stanza demi stanza
berpaut rindu
pada sekuntum puisi
terselit debar
di celah getar rasa
ada bias cinta
di matamu kekasih!

Nur Ain Hanis
Seri Rawa,
Kedah.
(New Sabah Times, 5 Oktober 2014)

Berdiri Di Pintu Ukhuwah


Berdiri di pintu ukhuwah 
mengusir penghianat 
menghapus petualang
satu persatu gugur
di medan juang
berkecai kesumat.

Terbangun ukhuwah 
dari lena alpa
menyambut salam cinta 
kenangan berjabat mesra 
memaut bahu mahabbah 
akrab ke hujung nyawa.


Pintu ukhuwah ini 
luas terbuka
menyatu hasrat
berpadu jiwa
teguh diri
tegak kalimah-Nya.

Nur Ain Hanis
Seri Rawa, Kedah
(HARAKAH bil 1976 5-7 September 2014)


Monday, September 22, 2014

Aku Dan Kenangan




Di Mata Kenangan

Matamu kilau embun yang jatuh di lereng Kinabalu
mentari memancar cinta bangunkan kenangan
dingin kabus mendakap rindu
menyentuh hangat fatamorgana
kau ada sentiasa
bersama sentuhan nafasku nafasmu
senja menyatukan kita
sehingga malam tiba
mimpi kembali bertamu.

Nur Ain Hanis
Kota Kinabalu
14 September 2014




Thursday, August 28, 2014

PERTEMUAN

Kita kembali melakar rasa
dalam degup jantung
ada rindu yang terlukis
di kanvas hati.



Saturday, July 19, 2014

CAHAYA RAMADAN



Berseri alam nan indah
menyambut  cahaya Ramadan
segunung taqwa kukuh terpasak
di bumi keinsafan
melaut syukur menadah
usia masih bersisa
kembara muhasabah
berpaksi dalam diri.

Ramadanku nan bercahaya
menyeri kalbu resah
menyinar jiwa gundah
bersuara hati syahdu
membaca kalam-Mu
mata kian membasah
sendu bertamu.

Salam Ramadan
kusambut mesra
ketika iman dan amal berpaut erat
bersimpuh mencari reda-Nya.

Nur Ain Hanis,
Seri Rawa, Kedah.
(Mingguan Warta Perdana~20 Julai 2014)

Sunday, May 11, 2014

SELAMAT HARI IBU



POHON KEINSAFAN

Kulewati jalan usang
pernah menyimpan nostalgia
antara pepohon rindu
bunga-bunga berkembang
dedaun berguguran
masa  silih berganti
pondok tua masih ada di situ
hampir rebah menyembah bumi
dalam sepi dan sunyi.

Mengapa aku tidak mampu
menghulurkan bahagia
biarpun seketika
agar kaudakap tulus cinta
hingga akhir nafasmu
dan, betapa air mata ini
adalah keinsafan masa lalu
sering menghambat dukaku
tersadai di perdu kenangan.

Sepohon cempaka
kutanam di pusaramu
mewangi doa untuk kaucium
selamanya, bonda.

Nur Ain Hanis
Seri Rawa, Kedah


 (Berita Harian, Ahad~11 MEI 2014)